pernah kupunguti setiap peluhmu
runtuhan tulang dan carik lusuh kainmu
bahkan sisa janggut di angin luruh
dahagaku tak kunjung diredakan
diantara kembang ilalang penghujung musim
dan nyanyi sunyi bersama angin
senyummu tak jua kupahami
maka ketika subuh merah membiaskan lagu kemenangan
kudengar sukmaku terjaga, hayya 'alal falah...
dipersimpangan masih kulihat senyummu mengembang
samar jauh disudut altar
(bjb251287)
Thursday, December 24, 2009
Friday, January 2, 2009
EPISODE PERTAMA
Dimana kau sembunyikan kidung dan shalawat?
subuh merah dan embun menjemput angin bukit timur
tak ada disini dia
hanya ranting ranting samar jauh
dimana kau sembunyikan senyum dan mata jelita
sementara bunga bunga akasia meluruhkan kuningya
meniupkan macapat smaradhana ditepi kaca jendela
Temui aku dalam kidungmu
biarkan mentari membakar ilalang jalanan
sekian lama menanti pada getirnya petikan kecapi
temui aku pada shalawatmu
subuh merah dan embun menjemput angin bukit timur
tak ada disini dia
hanya ranting ranting samar jauh
dimana kau sembunyikan senyum dan mata jelita
sementara bunga bunga akasia meluruhkan kuningya
meniupkan macapat smaradhana ditepi kaca jendela
Temui aku dalam kidungmu
biarkan mentari membakar ilalang jalanan
sekian lama menanti pada getirnya petikan kecapi
temui aku pada shalawatmu
Subscribe to:
Posts (Atom)
