derak pintu pagar samar senyummu dibalik cahaya bulan
letihkah seluruh ruang pengembaraan?
meski matamu berkilat namun jauh entah kemana
adakah kau dapati mentari lain
yang sinarnya lebih panas dan bisikannya meremas telinga?
adakah kau dapati segelas air dingin dan kasih sepasang mata?
bertahun kutunggu
hijau pupus dan merah flamboyan penuh dahaga
seperti ketika dibawahnya kau berikan senyum yang pertama
ketika derak pintu pagar terdengar sia-sia
cahaya bulan kabur tanpa makna
(bjb,270410)
