Sunday, May 2, 2010

serenada kedua

derak pintu pagar samar senyummu dibalik cahaya bulan
letihkah seluruh ruang pengembaraan?
meski matamu berkilat namun jauh entah kemana

adakah kau dapati mentari lain
yang sinarnya lebih panas dan bisikannya meremas telinga?
adakah kau dapati segelas air dingin dan kasih sepasang mata?

bertahun kutunggu
hijau pupus dan merah flamboyan penuh dahaga
seperti ketika dibawahnya kau berikan senyum yang pertama

ketika derak pintu pagar terdengar sia-sia
cahaya bulan kabur tanpa makna
(bjb,270410)

Thursday, December 24, 2009

JAUH DI SUDUT ALTAR

pernah kupunguti setiap peluhmu
runtuhan tulang dan carik lusuh kainmu
bahkan sisa janggut di angin luruh

dahagaku tak kunjung diredakan
diantara kembang ilalang penghujung musim
dan nyanyi sunyi bersama angin
senyummu tak jua kupahami
maka ketika subuh merah membiaskan lagu kemenangan
kudengar sukmaku terjaga, hayya 'alal falah...

dipersimpangan masih kulihat senyummu mengembang
samar jauh disudut altar
(bjb251287)

Friday, January 2, 2009

kudapati hanya sepihan mawar dan bunga kantil terserak kering
sisa doa yang tersaput angin.

gemeretak pedal sepeda
kudengar juga sengal nafasmu di belakang telinga

ijinkan aku menangis
sekali ini saja

betapa kurindukan fajar dan adzanmu yang menggeletar

EPISODE PERTAMA

Dimana kau sembunyikan kidung dan shalawat?
subuh merah dan embun menjemput angin bukit timur
tak ada disini dia
hanya ranting ranting samar jauh
dimana kau sembunyikan senyum dan mata jelita
sementara bunga bunga akasia meluruhkan kuningya
meniupkan macapat smaradhana ditepi kaca jendela

Temui aku dalam kidungmu
biarkan mentari membakar ilalang jalanan
sekian lama menanti pada getirnya petikan kecapi
temui aku pada shalawatmu

Thursday, March 13, 2008


dalam gelap dalam terang

dalam senyap.

penah kukatakan kau terkunci disudutnya yang pengap.

seusai lolongan adzan pernah kubiarkan semua berlalu tanpa sedu.

bahkan ketika kuhempaskan seluruh amarah, matari tak juga berpaling.

ketika derap langkah makin samar

menjauh dari adzan di cakrawala

dasar karang dan tarian ikan warna warni

memberi senyum yang teduh

dendam kesal yang dihamburkan senantiasa

tak kuasa mengubah wajah ramah

Dimana dapat kusembunyikan dosa-dosa

atau beri aku airmata

Bjb. 10.03.08


Tuesday, February 26, 2008


Catatan buat El Amien II


Ia tidak meminta sesaji apapun


Walau berbagai penganan ditaburkan ke laut dan pehumaan,


ia mengingatmu. Sementara kau kenangkan masa remaja nan gemilang


atau air mata yang tak kunjung disurutkan.


Maka biarkan ia mengingatmu. Sementara ia terbangkan cinta setinggi awan


dengan sayap melukai jantungnya.


Bjb, 280208


Catatan buat El Amien III


Seusai hujan gerimis ia merapihkan rambutnya di kaca jendela


Seribu mil dan sejengkal cerita ditorehkan pada debu-debu luntur


leleh disisi aspal jalanan.


Ia mengingatmu


melebarkan lengan dan data terkembang


Dalam remang-remang dan bayang menderu doa-doa


untuk berlutut di dekat multazam


Bjb,280208