Friday, January 2, 2009

kudapati hanya sepihan mawar dan bunga kantil terserak kering
sisa doa yang tersaput angin.

gemeretak pedal sepeda
kudengar juga sengal nafasmu di belakang telinga

ijinkan aku menangis
sekali ini saja

betapa kurindukan fajar dan adzanmu yang menggeletar

EPISODE PERTAMA

Dimana kau sembunyikan kidung dan shalawat?
subuh merah dan embun menjemput angin bukit timur
tak ada disini dia
hanya ranting ranting samar jauh
dimana kau sembunyikan senyum dan mata jelita
sementara bunga bunga akasia meluruhkan kuningya
meniupkan macapat smaradhana ditepi kaca jendela

Temui aku dalam kidungmu
biarkan mentari membakar ilalang jalanan
sekian lama menanti pada getirnya petikan kecapi
temui aku pada shalawatmu